Mencicipi Raspberry Pi, untuk Media Center

Raspberry Pi sebuah mini PC, single board seukuran e-KTP, murah dan hemat energi. Tipe yang saya miliki Raspbery Pi Model B 512 MB RAM (lihat spesifikasi). Bentuknya mungil tapi cukup komplit ditenagai prosesor ARM1176JZ-F 700 MHz dilengkapi GPIO, 2 USB ports, HDMI, LAN Card, RCA out, Audio out, dan SD Card reader. Untuk sistem operasi dipasang pada SD-Card. Sedangkan power supply, adaptor minimal 700 mA (3.5 W) microUSB.

Raspberry Pi Rev. B Raspberry Pi Rev. B

Pada awalnya Raspberry Pi ini untuk pendidikan namun dalam perkembangannya banyak yang bereksperimen menggunakan ini komputer ini untuk berbagai tujuan misalnya home automation, pemutar audio/video, server rumahan, hingga untuk robotika.

Saya pernah mencoba memasang Rasbian Wheezy sistem operasi berbasis Debian yang dioptimasikan untuk perangkat Raspberry Pi. Lumayan juga difungsikan sebagai komputer desktop. Sebenarnya saya ingin bereksperimen dengan memanfaatkan fasilitas GPIO tapi alasan klasik.. belum selo.. :) Saya baru pada level mencicipi PC mungil ini belum mengeksplore fitur-fiturnya lebih jauh.

Karena keterbatasan Raspberry Pi mungkin tidak cocok difungsikan untuk menjalankan aplikasi desktop sehari-hari saya. Dengan pertimbangan GPU Raspberry Pi mampu memutar video Full HD 1080p. Akhirnya saya gunakan hanya sebagai Media Center untuk memutar audio, video, foto, juga bisa memutar YouTube dan browsing langsung di TV. Istilahnya membuat TV biyasa menjadi Smart TV :p

Saya memanfaatkan perangkat yang sudah tersedia di rumah: SD card Sandisk 8 GB, TP-Link Wireless Router, TV Samsung UA32F4000AM, kabel RJ45, Kabel HDMI dan HP/Tablet Android sebagai remote control. Dengan skema: Raspberry PI dihubungkan via kabel RJ45 ke router dengan fasilitas DHCP server, output audio/video ke TV via kabel HDMI. Untuk sumber file bisa menggunakan flashdisk atau External Hardisk.

Untuk sistem operasi saya menggunakan RaspBMC sebuah distro linux turunan Debian yang dioptimasi untuk menjalankan aplikasi media center XBMC di Raspbery Pi. Meski dengan paket instalasi minimal, RaspBMC bisa menggunakan repository debian untuk menambah paket aplikasi lain bila diperlukan. Sementara XBMC sebagai mediacenter yang cukup komplit, bisa memasang add-on sehingga berbagai layanan multimedia online bisa dinikmati. Untuk mengunduh dan tutorial instalasi RaspBMC pada SD-Card di tautan ini.

RaspBMC Yatse, XBMC Remote

Remote control menggunakan HP/Tablet Android yang dipasang aplikasi Yatse the XBMC Remote, tentu saja dengan koneksi Wifi untuk menyambungkan perangkat. Menurut saya Yatse ini remote control untuk XMBC yang paling sip, dibanding official XBMC Remote. Salah satu fitur yang menarik, bisa mengirim (share) url video YouTube langsung ke XMBC.

Catatan: sebaiknya menggunakan kabel HDMI kualitas bagus agar tidak mengalami masalah blank screen, apabila mengalami masalah ini solusinya di tautan ini. Bila memakai kabel HDMI to VGA gunakan konverter aktif.

Oh iya, beberapa foto tentang Raspberry Pi saya unggah di Flickr.

Mengatasi auto-suspend pada USB Mouse di openSUSE

Saya mengalami masalah dengan USB Mouse yang dipasang di Laptop Acer V5-471 dengan Opensuse 12.3. Dalam kondisi kabel power suply tidak menancap, beberapa detik mouse tidak digunakan tiba-tiba langsung mati (sinar tidak menyala), mouse digerakkan tidak ada respon pada kursor. Setelah memberikan trigger dengan mengklik tombol mouse baru bisa berfungsi lagi, tidak digunakan beberapa detik mouse mati lagi, begitu seterusnya. Namun bila kabel power suply ditancapkan tidak mengalami masalah tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, Laptop sudah terpasang paket Laptop-mode-tool, terdapat konfigurasi pada /etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf, buka file tersebut kemudian pada CONTROL_USB_AUTOSUSPEND=”auto” diganti menjadi CONTROL_USB_AUTOSUSPEND=”0″ dan masalah teratasi.

/etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf

# Enable USB autosuspend feature?
# Set to 0 to disable
CONTROL_USB_AUTOSUSPEND="0"

Namun konfigurasi tersebut mematikan fungsi USB autosuspend pada setiap peralatan USB yang ditancapkan. Bisa juga hanya salah satu USB device yang di-exclude atau blacklist dari fungsi autosuspend. Periksa dahulu idVendor dan idProduct dari mouse yang digunakan, lepas dan pasang kebali mouse, kemudian periksa menggunakan perintah dmesg.

#dmesg

[ 9833.201151] usb 3-1: new low-speed USB device number 5 using xhci_hcd
[ 9833.217760] usb 3-1: New USB device found, idVendor=046d, idProduct=c03d
[ 9833.217775] usb 3-1: New USB device strings: Mfr=1, Product=2, SerialNumber=0
[ 9833.217777] usb 3-1: Product: USB-PS/2 Optical Mouse
[ 9833.217779] usb 3-1: Manufacturer: Logitech

Muncul nilai idVendor=046d idProduct=c03d, buka file konfigurasi /etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf pada AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST masukkan nilainya dengan format idVendor: idProduct (“046d:c03d”).

/etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf

# The list of USB IDs that should not use autosuspend. Use lsusb to find out the
# IDs of your USB devices.
# Example: AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST="046d:c025 0123:abcd"
AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST="046d:c03d"

Semoga bermanfaat… :)

Membersihkan Memory Cache di Linux

Ini salah satu perintah yang sering saya gunakan. Perintah ini berlaku pada kernel 2.6.16 dan terbaru, mekanisme. Jika melihat statistik penggunaan memory menggunakan ‘free’ ketersediaan memory menunjukan dari sekian GB RAM rata2 tersisa ratusan MB saja, perlu membersihkan memori secara rutin. Perintah ini pada prinsipnya untuk membersihkan pagecache, dentries dan inodes sekaligus.

$ sync; echo 3 > /proc/sys/vm/drop_caches

Hasilnya bisa dilihat di skrinsyut berikut. Sebaiknya juga masukan perintah ini dalam cronjob sehingga tidak perlu menjalankan secara manual.

linux-freemem

Oh ya, perintah ini juga dapat dijalankan di Android yang sudah di-root. Menggunakan aplikasi Terminal Emulator atau semacamnya kemudian jalankan perintah tersebut. Lumayan membersihkan beberapa puluh MB.

android_freemem

IGOS Summit 2, Komitmen Bersama untuk Perkembangan Open Source

Unite! (by Yan Arief)IGOS Summit 2 dengan tema “Berbagi Pengetahuan untuk Kemandirian Bangsa Melalui Free Open Source Software” diselenggarakan 27-28 Mei 2008. Menjadi ajang berkumpulnya penggiat open source di Indonesia, berbagai komunitas open source dan kalangan bisnis turut meramaikan event ini. Pemerintah dimotori Depkominfo dan Kementerian Ristek berkomitmen mendukung penuh perkembangan FOSS.

Hasil IGOS Summit 2 yang saya anggap sebagai poin penting bagi perkembangan open source yakni pembetukan AOSI (Aliansi Open Source Indonesia) dan penobatan Betti Alisjahbana sebagai duta open source Indonesia. Direncanakan, tahun 2009 akan digelar open source summit berskala internasial.

Selain itu, poin penting yang saya garis bawahi yakni komitmen pemerintah dilandasi semangat — be legal — penggunaan software secara legal. Serta penggunaan open source software secara lebih luas yang akan dituangkan dalam Grand Scenario Open Source Software tahun 2010 -2014.

Saya tak melewatkan begitu saja event ini, saya sempatkan mengabadikan beberapa event penting IGOS Summit 2. Seperti event lain yang saya ikuti, foto-foto event ini saya pajang di akun Flickr saya. :D

Indonesia Linux Conference 2007

ilc-banner-white.gifIndonesia Linux Conference (ILC) 2007, sebuah event besar bagi aktivis Linux/PLBOS di Indonesia akan digelar di Yogyakarta tanggal 18-24 November 2007. Mengangkat tema “Kolaborasi antara pelaku bisnis, pemerintah dan komunitas menuju Indonesia yang lebih baik.”

Sebagai warga Jogja dan pengguna Linux/PLBOS saya tak akan melewatkan event ini, bersama rekan-rekan OpenSUSE-ID akan meramaikan ILC 2007. Perwakilan OpenSUSE-ID yang akan hadir yakni Vavai, Andi Poppolz, Andre Turtlix dan saya. Rencana sebelumnya, Adinoto akan hadir namun batal. Sebenarnya saya ingin bertemu dengan calon “walikota Bandung” itu :D dalam Pesta Blogger 2007 yang lalu saya tak sempat bertemu beliau. Continue reading Indonesia Linux Conference 2007