Raspberry Pi sebagai Print Server

Selain untuk hiburan Raspberry Pi juga saya gunakan untuk memudahkan pekerjaan — sebagai Print Server. Laptop tersambung ke WIFI rumah langsung terhubung ke print server tak perlu ribet mendekat ke meja printer colok kabel USB.

Saya masih menggunakan paket instalasi Raspbmc, karena baru punya 1 buah Raspi jadi dalam satu mesin saya gunakan sebagai media center sekaligus print server dan mungkin nanti untuk keperluan lainnya juga *maksa*. Beruntunglah Raspbmc berbasis Raspbian Wheezy didukung repostiorinya sehingga fleksibel untuk menambah paket aplikasi yang dibutuhkan.

Jadi gini, untuk print server saya akan mengkonfigurasi Raspberry Pi dengan printer Canon MP160, menginstal CUPS, kemudian menginstall printer di komputer client via Internet Print Protocol (IPP).

Konfigurasi Print Server
Menginstal CUPS sekaligus paket pedukungnya.
$ sudo apt-get install cups

Konfigurasi user untuk otorisasi manajemen printer, memasukkan user pi sebagai anggota grup lpadmin.
$ sudo usermod -aG lpadmin pi

Mengaktifkan sharing printer dan membuka akses untuk remote admin
$ sudo cupsctl --share-printers --remote-printers --remote-admin

Jalankan CUPS
$ sudo /etc/init.d/cups start

Kemudian mengakses manajemen CUPS via web https://{Alamat IP Raspi}:631/admin/, tambahkan printer baru (add new printer). Tipe printer saya terdeteksi Canon MP160, Pilih make/manufacture: RAW, dengan setelan ini maka beban CPU pada print server lebih ringan dan proses pencetakan lebih cepat, tetap nanti di komputer client harus disetel driver printer yang sesuai. Dengan sistem demikian, print server tidak dapat melakukan pencetakan sendiri, bila di-test print melalui web interface CUPS tidak ada respon, jadi pencetakan hanya bisa dari Komputer client.

Saya pernah mencoba konfigurasi print server, setelan CUPS dipasang driver sesuai printernya, proses pencetakan lambat dan print spooling lama.

raspi-printsrv-01

Karena sistem berbagi-pakai printer menggunakan IPP, untuk setelan di komputer client menggunaka url printer ipp://{Alamat IP Raspi}:631/printers/Canon_MP160 atau menggunakan protokol http untuk setelan di MS Windows.

Instalasi Printer pada Komputer Client
Konfigurasi di Linux, saya menggunakan openSuse jadi cukup memakai Yast. Buka setelan printers, pilih Print via Network, saya lebih prefer memilih “Do All Printing Directly via One Single CUPS server”, kemudian masukan alamat IP print server. Lanjut, pilih device driver yang sesuai, terakhir coba klik test printer.

raspi-printsrv-02

Konfigurasi pada Mac OSX, buka setelan Printer pada System Preference. Add printer — biyasanya otomatis mendeteksi printer yang di-share di jaringan. Kemudian sesuaikan driver printer-nya.

raspi-printsrv-03

Konfigurasi pada Windows 7, Tambah printer baru, pilih “Add a network, wireless or Bluetooth printer”, biarkan aplikasi memindai printer bila tidak ditemukan klik “The printer that I want isn’t listed”. Selanjutnya, masukan url printer http://{Alamat IP Raspi}:631/printers/Canon_MP160 pada “Select a shared printer by name”. Terakhir pilih driver pinternya.

Bila klien kebanyakan menggunakan Windows sebaiknya juga mengkonfigurasi print sharing via Samba Share. Untuk perangkat yang berbasis Mac bisa mengkonfigurasi AirPrint.

Sebagai tambahan, untuk performa pencetakaannya cukup cepat meski Raspi sedang digunakan untuk memutar film.

Referensi:
CUPS is too slow, how can I make it faster?

Wayang Kulit

Semua tahu, wayang Kulit warisan budaya nenek moyang juga sebagai Warisan Budaya Dunia karena nilai filosofisnya. Alkulturasi berbagai budaya, India, Arab, Jawa bahkan Eropa. Pada jamannya tontonan ini pasti ngehits.

Wayang Kulit

Kapan terakhir nonton wayang?

Mungkin banyak yg bilang gak pernah, lupa atau malah jawabannya mbuh kapan.. ya seperti biyasa yang tradisional itu gak mainstream, segelintir saja yang melirik. Tapi saya yakin wayang kulit ini tidak bakal punah. Masih ada yang peduli, masih ada sekolah pedalangan, dan masih ada mas Donny dengan Museum Wayangnya.

Pertunjukan wayang juga masih banyak digelar, ada yang rutin seperti di Bangsal Srimanganti Kraton Jogja, Sasono Hinggil Alun-alun Kidul, Tembi Rumah Budaya, dsb. Ada juga pas ada acara tertentu. Pengrajin Wayang Kulit juga masih eksis, di Pucung, Wukirsari, Imogiri atau di Dusun Gendeng Bangunjiwo.

Nek pertanyaan di atas itu ditanyakan ke anak saya (4th kurang dikit), jawabnya mungkin barusan liat wayang di tablet atau tivi. Sejak usia 2 th dia suka seni tradisional, gamelan, upacara tradisi, wayang, dan sejenisnya. Nek disuruh milih dibelikan mobil2an atau wayang, pasti pilih wayang.

Dia kepengen belajar ndalang, njuk kira-kira di mana ya tempat belajar ndalang untuk bocah?

Raspberry Pi Media Center: Berbagi-Pakai Multimedia via Samba

Hiburan di rumah tambah seru setelah membuat TV LED 32″ biyasa menjadi Smart TV menggunakan Raspberry Pi (RaspBMC) ditambah fitur remote control dan addons favorit. Nah, sekarang mengoptimalkan berbagi-pakai (sharing) file multimedia antar semua perangkat dengan menghubungkan media center berbasis RaspBMC dengan PC/Laptop dan gajet melalui jaringan rumah. Sehingga mudah mengakses file di semua perangkat untuk ditayangkan di TV, berikut ini yang saya implementasikan di rumah.

Samba atau SMB (Server Message Block) adalah protokol filesharing standar Windows network, yang bisa berjalan di platform Linux, Mac, dsb. Pertama, mengkonfigurasi Samba Server untuk membuat Raspberry Pi Media center sekaligus sebagai NAS (Network Attached Storage) dengan storage utama berupa External Hardisk terhubung via USB.

Beruntung Raspbmc terbaru keluaran bulan Juni kemarin sudah terpasang paket Samba Server versi 3.6.6. Sedangkan versi sebelumnya harus menginstal paket Samba lewat apt-get. Padahal sebelumnya saya berwacana menulis tentang instalasi samba server di RaspBMC, yah.. versi baru tidak perlu banyak ngoprek.

Untuk konfigurasi Samba, mungkin hanya mengubah setting /etc/samba/smb.conf — netbios name dan workgroup disesuaikan dengan keingginan. Setelan Samba Server bawaan RaspBMC, netbios name: Raspbmc, workgroup: Workgroup, Samba username: pi dan password: raspberry, shared folder ada 2 yaitu pi (user) dan devices (berisi external storage terpasang).

Saatnya dicoba, sebelumnya saya sudah mengkonfigurasi filesharing di Windows, Samba di openSUSE, Macbook dan Android. Saya coba browse Samba Network seperti gambar di bawah ini.

Browse via Mac
smb-raspbmc

Browse via XBMC
smb-xbmc

Oh ya.. sebagai tambahan, untuk Samba Server di Android saya menggunakan aplikasi Samba Filesharing for Android tapi khusus gajet Android yang akses root sudah dibuka. Untuk Samba Client, bisa menggunakan aplikasi filemanager seperti file explorer bawaan Stock ROM, ES File Explorer dan sejenisnya.

Oke, semua sudah tersambung. Sekarang bisa membackup file foto/video di Ponsel hasil jalan-jalan kemarin via WIFI langsung ke storage yang dipasang di Media Center, tinggal ditayangkan di TV. Atau sebaliknya, dari Media center memutar file multimedia yang tersimpan di perangkat lain.

Selain menggunakani protokol Samba, XBMC (RapsBMC) juga mendukung sharing multimedia via UPnP/DLNA, Zeroconf, NFS. Besok ngoprek lagi kalau sedang selo…

Remote Control, Youtube dan Flickr untuk XBMC (Raspbmc)

Media center yang saya bikin dengan Raspberry Pi dan XBMC (Raspbmc) kemarin cukup untuk hiburan di rumah dengan biaya hemat. Agar mudah mengoperasikannya perlu remote control dan juga menambah add-on layanan web atau media sosial agar lebih seru.

Remote Control

Seperti dalam tulisan sebelumnya, saya menggunakan Yatse untuk gajet Android yang terhubung dengan WLAN. Memiliki fitur yang komplit, kontrol untuk pemutaran audio/video, kontrol navigasi menu, virtual keyboard, share audio/video/foto ke XBMC via protokol UPnP dan juga share url Youtube.

yatse-playstore

Selain itu, XBMC memiliki remote kontrol berbasis web, untuk mengakses dengan memasukan alamat IP Raspberry Pi pada browser komputer kita. Cukup sederhana interface-nya, cukup untuk mengontrol navigasi menu. Saya sebenarnya tertarik dengan wireless mini keyboard + touchpad tapi belum kesampaian :(

Youtube Add-on

XBMC menyediakan berbagai add-on untuk foto, audio, video dan konfigurasi sistemnya. Add-on wajib adalah Youtube, instalasinya bisa melalui menu System -> Add-ons.

RaspBMC, Samsung UA32F4000AM

Cukup sederhana interface youtube add-on ini, dilengkapi thumbnail video, fitur pencarian, favorite dan sebagainya. Bisa browsing video langsung pada add-on ini tapi yang lebih menarik adalah mengirim url video dari perangkat lain (laptop/gajet). Tersedia ekstensi untuk web browser Mozilla Firefox dan Google Chrome, setelah ekstensi ini dipasang akan tampil “Play in XBMC” di setiap halaman video Youtube.

Flickr Add-on

Karena Flickr itu layanan berbagi foto favorit saya maka disetiap perangkat harus bisa mengakses foto-foto di flickr. Untuk instalasi add-on kurang lebih sama dengan youtube.

XBMC Flickr Add-on

Setelah add-on terpasang, pada menu Konfigurasi flickr jangan diisi user id, langsung menuju menu Photos->Addon->Flickr maka muncul dialog box untuk mengakses http://xbmc.2ndmind.com/auth menggunakan browser komputer lain. Kemudian login Flickr -> authorized application -> muncul kode random. Kembali ke XBMC dan masukkan kode itu. Oke, sekarang bisa mengakses Flickr di XBMC.

Masih banyak add-ons lain seperti Facebook Media dan sebagainya, sayang add-on twitter dan skype belum ada.

Mencicipi Raspberry Pi, untuk Media Center

Raspberry Pi sebuah mini PC, single board seukuran e-KTP, murah dan hemat energi. Tipe yang saya miliki Raspbery Pi Model B 512 MB RAM (lihat spesifikasi). Bentuknya mungil tapi cukup komplit ditenagai prosesor ARM1176JZ-F 700 MHz dilengkapi GPIO, 2 USB ports, HDMI, LAN Card, RCA out, Audio out, dan SD Card reader. Untuk sistem operasi dipasang pada SD-Card. Sedangkan power supply, adaptor minimal 700 mA (3.5 W) microUSB.

Raspberry Pi Rev. B Raspberry Pi Rev. B

Pada awalnya Raspberry Pi ini untuk pendidikan namun dalam perkembangannya banyak yang bereksperimen menggunakan ini komputer ini untuk berbagai tujuan misalnya home automation, pemutar audio/video, server rumahan, hingga untuk robotika.

Saya pernah mencoba memasang Rasbian Wheezy sistem operasi berbasis Debian yang dioptimasikan untuk perangkat Raspberry Pi. Lumayan juga difungsikan sebagai komputer desktop. Sebenarnya saya ingin bereksperimen dengan memanfaatkan fasilitas GPIO tapi alasan klasik.. belum selo.. :) Saya baru pada level mencicipi PC mungil ini belum mengeksplore fitur-fiturnya lebih jauh.

Karena keterbatasan Raspberry Pi mungkin tidak cocok difungsikan untuk menjalankan aplikasi desktop sehari-hari saya. Dengan pertimbangan GPU Raspberry Pi mampu memutar video Full HD 1080p. Akhirnya saya gunakan hanya sebagai Media Center untuk memutar audio, video, foto, juga bisa memutar YouTube dan browsing langsung di TV. Istilahnya membuat TV biyasa menjadi Smart TV :p

Saya memanfaatkan perangkat yang sudah tersedia di rumah: SD card Sandisk 8 GB, TP-Link Wireless Router, TV Samsung UA32F4000AM, kabel RJ45, Kabel HDMI dan HP/Tablet Android sebagai remote control. Dengan skema: Raspberry PI dihubungkan via kabel RJ45 ke router dengan fasilitas DHCP server, output audio/video ke TV via kabel HDMI. Untuk sumber file bisa menggunakan flashdisk atau External Hardisk.

Untuk sistem operasi saya menggunakan RaspBMC sebuah distro linux turunan Debian yang dioptimasi untuk menjalankan aplikasi media center XBMC di Raspbery Pi. Meski dengan paket instalasi minimal, RaspBMC bisa menggunakan repository debian untuk menambah paket aplikasi lain bila diperlukan. Sementara XBMC sebagai mediacenter yang cukup komplit, bisa memasang add-on sehingga berbagai layanan multimedia online bisa dinikmati. Untuk mengunduh dan tutorial instalasi RaspBMC pada SD-Card di tautan ini.

RaspBMC Yatse, XBMC Remote

Remote control menggunakan HP/Tablet Android yang dipasang aplikasi Yatse the XBMC Remote, tentu saja dengan koneksi Wifi untuk menyambungkan perangkat. Menurut saya Yatse ini remote control untuk XMBC yang paling sip, dibanding official XBMC Remote. Salah satu fitur yang menarik, bisa mengirim (share) url video YouTube langsung ke XMBC.

Catatan: sebaiknya menggunakan kabel HDMI kualitas bagus agar tidak mengalami masalah blank screen, apabila mengalami masalah ini solusinya di tautan ini. Bila memakai kabel HDMI to VGA gunakan konverter aktif.

Oh iya, beberapa foto tentang Raspberry Pi saya unggah di Flickr.

Mengatasi auto-suspend pada USB Mouse di openSUSE

Saya mengalami masalah dengan USB Mouse yang dipasang di Laptop Acer V5-471 dengan Opensuse 12.3. Dalam kondisi kabel power suply tidak menancap, beberapa detik mouse tidak digunakan tiba-tiba langsung mati (sinar tidak menyala), mouse digerakkan tidak ada respon pada kursor. Setelah memberikan trigger dengan mengklik tombol mouse baru bisa berfungsi lagi, tidak digunakan beberapa detik mouse mati lagi, begitu seterusnya. Namun bila kabel power suply ditancapkan tidak mengalami masalah tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, Laptop sudah terpasang paket Laptop-mode-tool, terdapat konfigurasi pada /etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf, buka file tersebut kemudian pada CONTROL_USB_AUTOSUSPEND=”auto” diganti menjadi CONTROL_USB_AUTOSUSPEND=”0″ dan masalah teratasi.

/etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf

# Enable USB autosuspend feature?
# Set to 0 to disable
CONTROL_USB_AUTOSUSPEND="0"

Namun konfigurasi tersebut mematikan fungsi USB autosuspend pada setiap peralatan USB yang ditancapkan. Bisa juga hanya salah satu USB device yang di-exclude atau blacklist dari fungsi autosuspend. Periksa dahulu idVendor dan idProduct dari mouse yang digunakan, lepas dan pasang kebali mouse, kemudian periksa menggunakan perintah dmesg.

#dmesg

[ 9833.201151] usb 3-1: new low-speed USB device number 5 using xhci_hcd
[ 9833.217760] usb 3-1: New USB device found, idVendor=046d, idProduct=c03d
[ 9833.217775] usb 3-1: New USB device strings: Mfr=1, Product=2, SerialNumber=0
[ 9833.217777] usb 3-1: Product: USB-PS/2 Optical Mouse
[ 9833.217779] usb 3-1: Manufacturer: Logitech

Muncul nilai idVendor=046d idProduct=c03d, buka file konfigurasi /etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf pada AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST masukkan nilainya dengan format idVendor: idProduct (“046d:c03d”).

/etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf

# The list of USB IDs that should not use autosuspend. Use lsusb to find out the
# IDs of your USB devices.
# Example: AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST="046d:c025 0123:abcd"
AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST="046d:c03d"

Semoga bermanfaat… :)