Gempa Bikin Gempar

Santai sejenak setelah menulis satu artikel di Mycityblogging, sambil nonton TransTV judul filmnya Fortress 2. Sekitar pukul 00.15 tiba-tiba terasa goyang-goyang. Ah.. paling gempa kecil, sejak setahun lalu orang Bantul sudah terbiasa merasakan goyangan gempa.

Eh.. ternyata masih terasa, meja mulai goyang-goyang. Langsung teriak, gempa.. gempa.. sekeluarga langsung keluar rumah, di luar pun masih terasa bumi bergoyang. Terdengar pula bunyi kethongan bersautan. Gempa terasa hampir semenit, alhamdulillah tidak mengakibatkan korban di Bantul.

Usai gempa, ada teman kirim SMS, dia cerita, karena gempa dia sampai lari ke jalan sambil menggendong momongannya dan bawa tas segala, ketakutan sampai gemetar. Maklum masih trauma dengan gempa 27/5-2006 yang lalu.

Info terakhir, gempa berkekuatan 7 SR berpusat di 75 km arah barat daya Indramayu, Jawa Barat.

Meng-update Website saat Tanggap Darurat (2)

VSATCerita setahun lalu kembali dilanjutkan. Di tengah suasana crowded Posko Satlak dan sesekali digoyang gempa susulan, Senin, 29 Mei 2006, mencoba merasakan koneksi internet cepat via VSAT, setelah dua hari hanya mengakses internet kurang dari 5 menit.

Kira-kira pukul 10.00 WIB, bermaksud ingin meng-update data di website, namun ketika mencoba mengakses bantul.go.id selalu muncul pesan Server not found di Firefox-ku. Saya kontak beberapa teman via Y!M, ternyata hanya seorang yang berhasil mengakses, itupun lambat sekali. Menurut perkiraan saya, web server-nya mengalami overload karena saking banyaknya orang yang ingin mengetahui informasi gempa memalui website Pemkab Bantul itu.

Continue reading Meng-update Website saat Tanggap Darurat (2)

Meng-update Website saat Tanggap Darurat (1)

Rumah di Bantul rata tanahSetahun yang lalu, 27 Mei 2006 pukul 05.57 WIB gempa bumi berkekuatan 5,9 SR selama hampir semenit menguncang Bantul, DIY dan Jawa Tengah. Kabupaten Bantul merupakan wilayah yang terparah, 4000 lebih korban meninggal, ribuan lainnya luka-luka, dan ribuan bangunan roboh. Saat gempa terjadi listik pun padam disusul kemudian jaringan komunikasi seluler terputus atau karena overload.

Di kampung saya hampir 80% rumah roboh maupun rusak berat. Alhamdulillah, saya dan keluarga dekat selamat serta rumah tempat tinggal kami tidak mengalami kerusakan yang berarti meski perabotan rumah berantakan. Dan lebih bersyukur lagi, komputer desktop, laptop, dan kamera tidak turut menjadi korban gempa :) .

Continue reading Meng-update Website saat Tanggap Darurat (1)