openSUSE.Asia Summit 2017 – Tokyo

The first time I attended an opensource conference overseas — openSUSE.Asia Summit 2017 at the University of Electro-Communication, Chofu, Tokyo. Last year we organized the same event in Yogyakarta, as a committee also as a speaker.

Glad, after my proposal accepted by the committee, then I prepared everything.

Friday morning, October 20, 2017, we arrived at tokyo, same flight with Andi, Pak Tonny, Dhenandi and Umul. The weather is cloudy and drizzle cool enough for us who live in the tropics. I and Andi headed for lodging in Bubai-cho, Fuchu.

On Friday evening we were invited by the committee to attend the wellcome party for the speakers. Proud to meet seniors, developers, openSUSE users and opensource activist from various countries.

Main event day 1 (Saturday, October 21, 2017). After the opening ceremony I followed various topics from the speakers. Keynote speaker Richard Brown (Chairman of openSUSE Board) talks about openSUSE – A Reintroduction and some parallel classes.

After the 1st day event was over, we were invited to join the dinner. We appreciate the committee for providing halal food.

Main event day 2 (Sunday, October 22, 2017), the day that I have been waiting for because I have to present my paper. My presentation title is Creating Telegram Bot for openSUSE ID Translators Team. Quite nervous talking in front of Richard Brown and Mbak Ana :D. After finished my presentation, I followed several parallel classes, lightning talks and the closing session.

One day tour (Monday, October 23, 2017). Yay! It’s time to walk arround Tokyo. Great, the weather is clear after Lan storms pass. We visited Hinode Pier, Asakusa, Tokyo SkyTree and Akihabara.

We returned to Indonesia on Tuesday, October 24, 2017. Proud to be part of openSUSE.Asia Summit 2017. Thanks to openSUSE Boards, Takeyama-san and local committee, Bos Medwinz and all my friends who attended this event. Thanks also to mbak Reina who provides her house for lodging.

Photos on Flickr: openSUSE.Asia Summit 2017

P.S. After this event some friends call me “Kakek” :))

Solusi Internal SD Card Reader Tidak Terdeteksi pada openSUSE 12.3

sdcard_4gb

Laptop yang saya gunakan terpasang internal SD Card Reader tipe Realtek device 5289. Driver perangkat tersebut tidak tersedia pada openSUSE 12.3 Kernel 3.7. Bedasarkan referensi yang saya peroleh, kernel module untuk SD Card Reader tipe tersebut baru didukung pada Kernel 3.8.

Beberapa tutorial sudah saya coba, akhirnya berhasil setelah menggunakan Dynamic Kernel Module Support (DKMS) framework. Kemudian memasang paket dkms-rts_bpp kernel module untuk Realtek Card Reader Device 5289.

Langkah instalasi, sebelumnya memeriksa detail informasi perangkat yang ada dalam sistem mengunakan perintah lspci.

$ sudo su
$ lspci
********
01:00.0 3D controller: NVIDIA Corporation Device 1140 (rev a1)
03:00.0 Unassigned class [ff00]: Realtek Semiconductor Co., Ltd. Device 5289 (rev 01)
03:00.2 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL8111/8168 PCI Express Gigabit Ethernet controller (rev 0a)
04:00.0 Network controller: Atheros Communications Inc. AR9462 Wireless Network Adapter (rev 01)
********

Memperhatikan informasi lspci di atas, perangkat SD Card Reader yaitu Realtek Semiconductor Co., Ltd. Device 5289 (rev 01)

Paket DKMS salah satunya terdapat dalam repository Overman79/Laptop. Sebelumnya saya sudah menambah repo ini saat menginstall Bumbleblee untuk NVidia Optimus VGA.

// Tambah repositori Overman79/Laptop.
$ zypper ar http://download.opensuse.org/repositories/home:/Overman79:/Laptop/openSUSE_12.3/ Overman79

// install dkms dan dkms-rts_bpp
$ zypper in dkms dkms-rts_bpp

// aktifkan dkms service
$ systemctl enable dkms

Nah, masukkan SD Card ke dalam Card Reader dan akhirnya dapat dibaca oleh sistem. Periksa juga output yang terdapat pada file /var/log/messages.

Raspberry Pi Media Center: Berbagi-Pakai Multimedia via Samba

Hiburan di rumah tambah seru setelah membuat TV LED 32″ biyasa menjadi Smart TV menggunakan Raspberry Pi (RaspBMC) ditambah fitur remote control dan addons favorit. Nah, sekarang mengoptimalkan berbagi-pakai (sharing) file multimedia antar semua perangkat dengan menghubungkan media center berbasis RaspBMC dengan PC/Laptop dan gajet melalui jaringan rumah. Sehingga mudah mengakses file di semua perangkat untuk ditayangkan di TV, berikut ini yang saya implementasikan di rumah.

Samba atau SMB (Server Message Block) adalah protokol filesharing standar Windows network, yang bisa berjalan di platform Linux, Mac, dsb. Pertama, mengkonfigurasi Samba Server untuk membuat Raspberry Pi Media center sekaligus sebagai NAS (Network Attached Storage) dengan storage utama berupa External Hardisk terhubung via USB.

Beruntung Raspbmc terbaru keluaran bulan Juni kemarin sudah terpasang paket Samba Server versi 3.6.6. Sedangkan versi sebelumnya harus menginstal paket Samba lewat apt-get. Padahal sebelumnya saya berwacana menulis tentang instalasi samba server di RaspBMC, yah.. versi baru tidak perlu banyak ngoprek.

Untuk konfigurasi Samba, mungkin hanya mengubah setting /etc/samba/smb.conf — netbios name dan workgroup disesuaikan dengan keingginan. Setelan Samba Server bawaan RaspBMC, netbios name: Raspbmc, workgroup: Workgroup, Samba username: pi dan password: raspberry, shared folder ada 2 yaitu pi (user) dan devices (berisi external storage terpasang).

Saatnya dicoba, sebelumnya saya sudah mengkonfigurasi filesharing di Windows, Samba di openSUSE, Macbook dan Android. Saya coba browse Samba Network seperti gambar di bawah ini.

Browse via Mac
smb-raspbmc

Browse via XBMC
smb-xbmc

Oh ya.. sebagai tambahan, untuk Samba Server di Android saya menggunakan aplikasi Samba Filesharing for Android tapi khusus gajet Android yang akses root sudah dibuka. Untuk Samba Client, bisa menggunakan aplikasi filemanager seperti file explorer bawaan Stock ROM, ES File Explorer dan sejenisnya.

Oke, semua sudah tersambung. Sekarang bisa membackup file foto/video di Ponsel hasil jalan-jalan kemarin via WIFI langsung ke storage yang dipasang di Media Center, tinggal ditayangkan di TV. Atau sebaliknya, dari Media center memutar file multimedia yang tersimpan di perangkat lain.

Selain menggunakani protokol Samba, XBMC (RapsBMC) juga mendukung sharing multimedia via UPnP/DLNA, Zeroconf, NFS. Besok ngoprek lagi kalau sedang selo…

Mengatasi auto-suspend pada USB Mouse di openSUSE

Saya mengalami masalah dengan USB Mouse yang dipasang di Laptop Acer V5-471 dengan Opensuse 12.3. Dalam kondisi kabel power suply tidak menancap, beberapa detik mouse tidak digunakan tiba-tiba langsung mati (sinar tidak menyala), mouse digerakkan tidak ada respon pada kursor. Setelah memberikan trigger dengan mengklik tombol mouse baru bisa berfungsi lagi, tidak digunakan beberapa detik mouse mati lagi, begitu seterusnya. Namun bila kabel power suply ditancapkan tidak mengalami masalah tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, Laptop sudah terpasang paket Laptop-mode-tool, terdapat konfigurasi pada /etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf, buka file tersebut kemudian pada CONTROL_USB_AUTOSUSPEND=”auto” diganti menjadi CONTROL_USB_AUTOSUSPEND=”0″ dan masalah teratasi.

/etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf

# Enable USB autosuspend feature?
# Set to 0 to disable
CONTROL_USB_AUTOSUSPEND="0"

Namun konfigurasi tersebut mematikan fungsi USB autosuspend pada setiap peralatan USB yang ditancapkan. Bisa juga hanya salah satu USB device yang di-exclude atau blacklist dari fungsi autosuspend. Periksa dahulu idVendor dan idProduct dari mouse yang digunakan, lepas dan pasang kebali mouse, kemudian periksa menggunakan perintah dmesg.

#dmesg

[ 9833.201151] usb 3-1: new low-speed USB device number 5 using xhci_hcd
[ 9833.217760] usb 3-1: New USB device found, idVendor=046d, idProduct=c03d
[ 9833.217775] usb 3-1: New USB device strings: Mfr=1, Product=2, SerialNumber=0
[ 9833.217777] usb 3-1: Product: USB-PS/2 Optical Mouse
[ 9833.217779] usb 3-1: Manufacturer: Logitech

Muncul nilai idVendor=046d idProduct=c03d, buka file konfigurasi /etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf pada AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST masukkan nilainya dengan format idVendor: idProduct (“046d:c03d”).

/etc/laptop-mode/conf.d/usb-autosuspend.conf

# The list of USB IDs that should not use autosuspend. Use lsusb to find out the
# IDs of your USB devices.
# Example: AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST="046d:c025 0123:abcd"
AUTOSUSPEND_USBID_BLACKLIST="046d:c03d"

Semoga bermanfaat… :)