Planet Projotamansari, Coret-moret Blogger Bantul

Telah banyak planet-planet bertebaran di blogosfir Indonesia, sebagai agregator RSS dari blog anggota suatu komunitas. Mengikuti jejak komunitas lain, saya membangun sebuah planet sebagai pengumpul umpan RSS bagi blogger warga Bantul — Planet Projotamansari. Dan lebih afdolnya saya rilis untuk menyambut RSS Awareness Day.

planet-projotamansari-blog

Ide awal pembuatan Planet ini adalah untuk lebih mengenal dan bersilaturahmi dengan rekan-rekan blogger di daerah saya. Mengumpulkan umpan RSS mereka sehingga pengunjung planet bisa membaca coret-moret blogger Bantul dalam satu wadah. Harapan saya, Planet Projotamansari juga mampu menarik warga Bantul untuk meramaikan blogofir.

Saat ini warga Planet Projotamansari baru sejumlah 14 blog termasuk blog saya ini. Terdiri bermacam-macam blogger diantaranya seniman ternama, penyihir bahasa, dosen, pensiunan guru, praktisi TI, hingga remaja.

Secara teknis, planet ini saya bangun menggunakan PHP Framework CodeIgniter ditambah pustaka SimplePie sebagai pengolah umpan RSS. Mengapa saya tidak menggunakan aplikasi seperti PlanetPlanet atau aplikasi siap pakai lainnya? Alasannya, untuk mengasah kemampuan menggunakan CI, sedikit bersusah payah menulis kode namun saya merasa bisa bersenang-senang dengan CI (halah..)

Nah, bagi warga Bantul lainnya yang tertarik bergabung di Planet Projotamansari silahkan menghubungi saya.

credit: RSS Logo by fasticon.com

Gempa Bikin Gempar

Santai sejenak setelah menulis satu artikel di Mycityblogging, sambil nonton TransTV judul filmnya Fortress 2. Sekitar pukul 00.15 tiba-tiba terasa goyang-goyang. Ah.. paling gempa kecil, sejak setahun lalu orang Bantul sudah terbiasa merasakan goyangan gempa.

Eh.. ternyata masih terasa, meja mulai goyang-goyang. Langsung teriak, gempa.. gempa.. sekeluarga langsung keluar rumah, di luar pun masih terasa bumi bergoyang. Terdengar pula bunyi kethongan bersautan. Gempa terasa hampir semenit, alhamdulillah tidak mengakibatkan korban di Bantul.

Usai gempa, ada teman kirim SMS, dia cerita, karena gempa dia sampai lari ke jalan sambil menggendong momongannya dan bawa tas segala, ketakutan sampai gemetar. Maklum masih trauma dengan gempa 27/5-2006 yang lalu.

Info terakhir, gempa berkekuatan 7 SR berpusat di 75 km arah barat daya Indramayu, Jawa Barat.

Meng-update Website saat Tanggap Darurat (2)

VSATCerita setahun lalu kembali dilanjutkan. Di tengah suasana crowded Posko Satlak dan sesekali digoyang gempa susulan, Senin, 29 Mei 2006, mencoba merasakan koneksi internet cepat via VSAT, setelah dua hari hanya mengakses internet kurang dari 5 menit.

Kira-kira pukul 10.00 WIB, bermaksud ingin meng-update data di website, namun ketika mencoba mengakses bantul.go.id selalu muncul pesan Server not found di Firefox-ku. Saya kontak beberapa teman via Y!M, ternyata hanya seorang yang berhasil mengakses, itupun lambat sekali. Menurut perkiraan saya, web server-nya mengalami overload karena saking banyaknya orang yang ingin mengetahui informasi gempa memalui website Pemkab Bantul itu.

Continue reading Meng-update Website saat Tanggap Darurat (2)

Meng-update Website saat Tanggap Darurat (1)

Rumah di Bantul rata tanahSetahun yang lalu, 27 Mei 2006 pukul 05.57 WIB gempa bumi berkekuatan 5,9 SR selama hampir semenit menguncang Bantul, DIY dan Jawa Tengah. Kabupaten Bantul merupakan wilayah yang terparah, 4000 lebih korban meninggal, ribuan lainnya luka-luka, dan ribuan bangunan roboh. Saat gempa terjadi listik pun padam disusul kemudian jaringan komunikasi seluler terputus atau karena overload.

Di kampung saya hampir 80% rumah roboh maupun rusak berat. Alhamdulillah, saya dan keluarga dekat selamat serta rumah tempat tinggal kami tidak mengalami kerusakan yang berarti meski perabotan rumah berantakan. Dan lebih bersyukur lagi, komputer desktop, laptop, dan kamera tidak turut menjadi korban gempa :) .

Continue reading Meng-update Website saat Tanggap Darurat (1)

Ritual Menyambut 1 Suro di Desa Srigading

Berbagai ritual dilakukan masyarakat Jawa dalam menyambut Satu Suro ( jawa : tanggap warsa ). Salah satunya ritual yang digelar warga Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Ritual selalu digelar tiap tahunnya untuk mengenang Maheso Suro yang dipercaya telah mendatangkan kemakmuran warga di pesisir pantai selatan tersebut.

Satu Suro, adalah sebagai awal bulan pertama Tahun Baru Jawa, bertepatan dengan 1 Muharam. Kalender jawa pertama kali diterbitkan oleh Raja Mataram Sultan Agung Hanyokrokusumo 1940 tahun yang lalu, mengacu penanggalan Hijriyah (Islam). Di sejumlah daerah di Pulau Jawa, termasuk di Kabupaten Bantul, masyarakat Jawa masih tetap dijalani dengan laku atau lampah bathin dan prihatin.
Continue reading Ritual Menyambut 1 Suro di Desa Srigading