Wayang Kulit

Semua tahu, wayang Kulit warisan budaya nenek moyang juga sebagai Warisan Budaya Dunia karena nilai filosofisnya. Alkulturasi berbagai budaya, India, Arab, Jawa bahkan Eropa. Pada jamannya tontonan ini pasti ngehits.

Wayang Kulit

Kapan terakhir nonton wayang?

Mungkin banyak yg bilang gak pernah, lupa atau malah jawabannya mbuh kapan.. ya seperti biyasa yang tradisional itu gak mainstream, segelintir saja yang melirik. Tapi saya yakin wayang kulit ini tidak bakal punah. Masih ada yang peduli, masih ada sekolah pedalangan, dan masih ada mas Donny dengan Museum Wayangnya.

Pertunjukan wayang juga masih banyak digelar, ada yang rutin seperti di Bangsal Srimanganti Kraton Jogja, Sasono Hinggil Alun-alun Kidul, Tembi Rumah Budaya, dsb. Ada juga pas ada acara tertentu. Pengrajin Wayang Kulit juga masih eksis, di Pucung, Wukirsari, Imogiri atau di Dusun Gendeng Bangunjiwo.

Nek pertanyaan di atas itu ditanyakan ke anak saya (4th kurang dikit), jawabnya mungkin barusan liat wayang di tablet atau tivi. Sejak usia 2 th dia suka seni tradisional, gamelan, upacara tradisi, wayang, dan sejenisnya. Nek disuruh milih dibelikan mobil2an atau wayang, pasti pilih wayang.

Dia kepengen belajar ndalang, njuk kira-kira di mana ya tempat belajar ndalang untuk bocah?

Published by

Yan Arief

Secuil catatan pengalaman Yan Arief, orang biasa yang tinggal di Bantul, Jogyakarta.

Leave a Reply