Foto Peluncuran Roket LAPAN di Kompas Cyber Media

Sebuah artikel di KCM berjudul “Roket LAPAN Meluncur di Pandansimo” dengan ilustrasi foto sebuah roket yang sedang meluncur dan di bawah foto tertera nama saya sebagai tukang fotonya. KCM juga mencantumkan sumber foto dengan tautan ke akun saya di Flickr.

Foto Roket LAPAN

Saya bukanlah seorang fotografer profesional apalagi fotografernya KCM, memang saya gemar memotret dan menggunakan layanan web Flickr (pro) untuk memajang foto-foto hasil bidikan. Saya sependapat dengan Ikhlasul Amal senior saya di ABN — lebih nyaman menyebut diri sendiri sebagai photoblogger, tukang blog foto.

Saya sendiri belum tahu alasan KCM menggunakan foto saya namun saya mengucapkan terima kasih kepada redaksi rubrik Iptek KCM yang telah memanfaatkan foto bidikan saya, hal ini menjadi salah satu catatan portfolio saya.

Saat acara peluncuran roket LAPAN tersebut, saya juga melihat seorang fotografer menggunakan kamera DSLR dengan lensa panjang dan ada stiker “Kompas” — membuat saya merasa minder karena hanya menggunakan kamera digital low-end.

Sebuah fenomena yang saya anggap menarik, di tengah maraknya blogosfer Indonesia khususnya blog foto ternyata mulai dilirik media massa mapan seperti KCM. Kalangan bisnis lainnya juga melakukan hal sama, sebagai contoh foto bedug bidikan Ikhlasul Amal digunakan oleh One Comm untuk BCA.

Memperthatikan fenomena diatas, saya berpendapat bahwa blog foto khususnya dan blog pada pada umumnya makin diakui eksitensinya dan dijadikan rujukan bagi media massa sebagai sumber berita maupun foto. Sebagai tambahan informasi, Budi Putra pernah menulis perihal makin diakuinya blogger sementara Vavai rekan blogger Bekasi juga berpendapat sama dalam salah satu artikelnya.

7 thoughts on “Foto Peluncuran Roket LAPAN di Kompas Cyber Media”

  1. Mantap boss,

    Mudah-mudahan hal ini bisa ditiru media lain untuk selalu mencantumkan sumber foto maupun tulisan jika hendak memasukannya kedalam suatu artikel.

  2. Saya pikir kenapa foto anda yang dipilih dan bukan foto dari yang pake telelens itu karena kalau pakai telelens, field-of-view-nya terus menyempit sehingga kemungkinan yang kelihatan cuma roketnya doang.

    Ceritera anda ini memberikan inspirasi baru buat saya. Zaman saya masih mahasiswa di skip dulu, saya ingat ceritera tentang kegiatan peroketan dari beberapa dosen saya seperti Prof. Muslim dkk dari jurusan Fisika. Hm, malam ini saya mencari lagi tulisan anda ini, dan mungkin saya akan menulis sesuatu yang ada kaitan dengan peroketan.

Leave a Reply