Meng-update Website saat Tanggap Darurat (2)

VSATCerita setahun lalu kembali dilanjutkan. Di tengah suasana crowded Posko Satlak dan sesekali digoyang gempa susulan, Senin, 29 Mei 2006, mencoba merasakan koneksi internet cepat via VSAT, setelah dua hari hanya mengakses internet kurang dari 5 menit.

Kira-kira pukul 10.00 WIB, bermaksud ingin meng-update data di website, namun ketika mencoba mengakses bantul.go.id selalu muncul pesan Server not found di Firefox-ku. Saya kontak beberapa teman via Y!M, ternyata hanya seorang yang berhasil mengakses, itupun lambat sekali. Menurut perkiraan saya, web server-nya mengalami overload karena saking banyaknya orang yang ingin mengetahui informasi gempa memalui website Pemkab Bantul itu.

Setelah akses ke web server lancar, saya cek sever log-nya ternyata memang banyak sekali user yang mengakses di hari itu. Selanjutnya saya mulai posting berita tentang jumlah korban sementara yang dihimpun Satlak Bantul. Selain berita, data-data lain juga dipublikasikan time by time, seperti distribusi bantuan, kesehatan, data NGO, serta data dari Posko BMG di Bantul, data terakhir masih bisa diakses di menu Data Gempa Bumi Bantul.go.id.

Sementara, pihak Air Putih juga menyiapkan website untuk mempublikasikan data gempa di mediacenter.or.id (offline sementara ini). Data-data gempa yang ditampilkan di website ini tidak jauh beda dengan Bantul.go.id, tetapi Air Putih telah menyiapkan manajemen database yang lebih baik. Sedangkan kami sebagai “korban gempa” di tengah kondisi serba darurat, dituntut cepat, serta tanpa persiapan sama sekali sehingga Data Gempa Bumi hanya ditampilkan di halaman statis.

Sebulan lebih, saya ditemani tim Air Putih, Aries, Shakti bersama-sama melakukan tugas masing-masing. Awal bulan Juli setelah kondisi Bantul mulai normal, tim Air Putih akhirnya berpamitan.

Melalui tulisan ini, saya secara pribadi mengucapkan terimakasih kepada Air Putih, Aries, Shakti dan semua pihak yang membantu dalam tanggap darurat dan recovery pasca gempa bumi 27 Mei 2006 di Kabupaten Bantul terutama di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

One thought on “Meng-update Website saat Tanggap Darurat (2)”

  1. Memang dalam saat-saat bencana seperti itu, kebutuhan data dan informasi sangat dibutuhkan. Salah satu solusi akan arus informasi tersebut adalah Internet. Di saat pihak lain memikirkan kebutuhan “sandang-pangan-papan”, sementara yang hendak memberikan bantuan juga bingung “akan memberikan apa”, informasi kebutuhan korban sangat diperlukan.
    Sukses selalu buat Bantul.go.id melalui mas Yan. Kapan kita kemana ?? semoga kita segera bisa mengakses internet cepat dalam kondisi normal, tidak dalam situasi bencana. Cukup sudah bencana di negri ini.
    Om, aku kok kangen Jogja sih ya, nanti kita hunting foto di Jogja ya….

Leave a Reply