Meng-update Website saat Tanggap Darurat (1)

Rumah di Bantul rata tanahSetahun yang lalu, 27 Mei 2006 pukul 05.57 WIB gempa bumi berkekuatan 5,9 SR selama hampir semenit menguncang Bantul, DIY dan Jawa Tengah. Kabupaten Bantul merupakan wilayah yang terparah, 4000 lebih korban meninggal, ribuan lainnya luka-luka, dan ribuan bangunan roboh. Saat gempa terjadi listik pun padam disusul kemudian jaringan komunikasi seluler terputus atau karena overload.

Di kampung saya hampir 80% rumah roboh maupun rusak berat. Alhamdulillah, saya dan keluarga dekat selamat serta rumah tempat tinggal kami tidak mengalami kerusakan yang berarti meski perabotan rumah berantakan. Dan lebih bersyukur lagi, komputer desktop, laptop, dan kamera tidak turut menjadi korban gempa :) .

Sekitar pukul 13.00 siang, saya meluncur melihat suasana di Bantul, tak lupa nyangking kamera kesayangan. Ternyata gempa di pagi itu dasyat sekali, di sepanjang jalan tampak hampir semua bangunan rata tanah dan rusak berat. Begitu pula ketika berhenti di RS Daerah Panembahan Senopati Bantul dan PKU Muhammadiyah Bantul, korban luka-luka memenuhi rumah sakit hingga harus dirawat di halaman. Sempat berpikir untuk posting berita di website namun bagaimana lagi, listrik padam, mau telpon sulit sekali atau kirim SMS selalu “pending” apalagi koneksi internet, kembali ke jaman kegelapan :( .

Berhasil Posting Berita

Hari Minggu, 28 Mei 2006 siang, saya menulis berita singkat menggunakan laptop sambil nge-charge baterenya dengan UPS. Selanjutnya mencoba nyambung ke internet menggunakan koneksi GPRS. Setelah mencoba beberapa kali dan hampir putus asa akhirnya konek juga.

Berita tentang gempa yang pertama saya publish di Bantul.go.id berjudul “Bantul diguncang Gempa”. Setelah berhasil posting berita tersebut, saya tidak terpikir kapan bisa posting lagi data-data gempa selanjutnya karena dengan kondisi yang serba terbatas dan darurat.

Air Putih

Keesokan harinya, Senin 29 Mei 2006 pagi, saya ke kantor kondisinya juga berantakan, genting mlorot, perabot kantor dan komputer berserakan dan tentu saja listrik masih padam. Usai menjenguk kantor dan sedikit berkoordinasi dengan Pak Bos, saya meluncur ke Rumah Dinas Bupati Bantul di Trirenggo yang dijadikan sebagai Posko Satlak PBA Kabupaten Bantul.

VSAT Indosat M2Sesampainya di Posko Satlak, tampak sebuah mobil berlabel Indosat-M2 dengan VSAT disc nangkring di atasnya. Ternyata kendaraan tersebut didatangkan ke Bantul oleh Air Putih sebuah NGO yang mengusung tag line “ICT Emergency Response Team”. Akhirnya saya berkenalan dengan dua orang dari NGO itu, Aris Bangun Wismo Aji dan Fajar Ekashakti. (Saya konfirmasi ke Aris, saat ini webserver Air Putih dalam proses maintenance)

Menurut keterangan Aris, Air Putih sebelumnya telah terjun ke Aceh dan Nias paska gempa dan tsunami. Di Bantul, Air Putih menyediakan akses WiFi gratis bagi yang membutuhkan seperti wartawan, NGO dan masyarakat umum. Selain itu, Air Putih telah menyiapkan website mediacenter.or.id (saat ini juga dalam proses maintenance) untuk mempublikasikan data-data yang berkaitan dengan bencana.

Bersambung…

Leave a Reply