<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yan Arief Purwanto &#187; Web Design</title>
	<atom:link href="http://www.yanrf.com/blog/cat/web-design/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yanrf.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Oct 2008 02:01:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perjalanan Menuju Web Standards</title>
		<link>http://www.yanrf.com/blog/19/perjalanan-menuju-web-standards</link>
		<comments>http://www.yanrf.com/blog/19/perjalanan-menuju-web-standards#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2007 00:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yanrf.com/blog/19/perjalanan-menuju-web-standards</guid>
		<description><![CDATA[Setiap desainer web tentunya mengalami proses pembelajaran dalam menekuni profesinya. Di awal belajar mebuat web, kebanyakan masih kesulitan menghafal html tag dan sangat tergantung dengan wysiwyg html editor. Sementara tampilan grafisnya, layout disusun dengan table, cenderung menggunakan banyak gambar yang meriah dan menggunakan javascript yang kurang bermanfaat, seperti blinking text, runing text di sana-sini ataupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap desainer web tentunya mengalami proses pembelajaran dalam menekuni profesinya. Di awal belajar mebuat web, kebanyakan masih kesulitan menghafal html tag dan sangat tergantung dengan <abbr title="what you see is what you get">wysiwyg</abbr> html editor. Sementara tampilan grafisnya, layout disusun dengan table, cenderung menggunakan banyak gambar yang meriah dan menggunakan javascript yang kurang bermanfaat, seperti blinking text, runing text di sana-sini ataupun efek-efek lainnya.</p>
<p>Seiring dengan pengalaman dan referensi yang dimiliki si desainer web, selanjutnya mulai memahami bagaimana membuat web yang baik. Tidak sekedar memiliki tampilan grafis yang bagus, animasi yang menarik maupun dengan aplikasi web yang canggih. Namun harus memperhatikan aspek-aspek <em>accessibility</em>, <em>user friendly</em>, <em>usability</em>, dan berpedoman pada web standards.</p>
<p>Sedikit intermezo di atas membuka tulisan saya kali ini dan hal tersebut di atas juga saya alami sendiri :D . Saya akan membahas sebagian portfolio desain web yang pernah saya kerjakan. Seperti judul tulisan ini, portfolio yang saya tampilkan di sini mewakili proses pemahaman saya tentang desain web dari waktu ke waktu. Selain itu, website tersebut memiliki traffic yang cukup tinggi dan content management serta template saya develop sendiri. Mengenai web standards secara detail, silahkan mengakses www.webstandards.org atau wikipedia.</p>
<h3>Bantul.go.id</h3>
<p><a href="http://www.bantul.go.id/" title="Bantul.go.id"><img src="http://www.yanrf.com/wp-content/uploads/2007/05/bantul_go_id.png" alt="Bantul.go.id" align="left" /></a>Website ini saya bangun pada tahun 2004 dan mulai online bulan Oktober 2004. Saya akui agak terlambat mengimplentasikan web standards karena waktu itu saya lebih mendalami pengembangan aplikasi web berbasis PHP dan MySQL. Sehingga kurang memperhatikan konsep struktur halaman html yang baik.</p>
<p>Desain website Pemkab Bantul versi ini sangat jauh dari etika-etika web standards, masih menggunakan table sebagai penyusun layout halaman dan html tag yang masih belum valid ketika dicek di <a href="http://validator.w3c.org">validator.w3c.org</a>. Meski demikian <a href="http://www.bantul.go.id" title="Website Pemerintah Kabupaten Bantul">bantul.go.id</a> versi ini pernah meraih 2 penghargaan dalam <a href="http://bantulkab.go.id/web.php?mod=berita&amp;baca=843">Innovative Government Award 2005</a>.</p>
<h3>Tofi.or.id</h3>
<p><a href="http://www.tofi.or.id/" title="Tofi.or.id"><img src="http://www.yanrf.com/wp-content/uploads/2007/05/tofi_or_id.png" alt="Tofi.or.id" align="left" /></a>Tim Olimpiade Fisika Indonesia (<a href="http://www.tofi.or.id" title="Website Tim Olimpiade Fisika Indonesia">TOFI</a>) pencetak calon pakar fisika dan selalu mengharumkan nama Indonesia di <abbr title="International Physics Olympiad">IPO</abbr> maupun <abbr title="Asian Physics Olympiad">APhO</abbr>. Pekerjaan ini merupakan redesign tampilan dan content management yang lama, tentu saja saya kerjakan <em>after-hours</em> :D ( thanks to Fauzan for this job ), online pertengahan Maret 2007.</p>
<p>Saya mencoba mengimplentasikan web standards dalam membangun website ini. Menggunakan XHTML, CSS, <em>tableless layout</em>, <em>well structured html</em>,  <em>meaningfull div and class</em>, and <em>valid html</em>. Meski terdapat <em>embeded object</em> (flash movie) namun terdeteksi sebagai <em>valid html</em> dengan memakai cara <a href="http://alistapart.com/articles/flashsatay">flash satay</a>.</p>
<h3>What&#8217;s next ?</h3>
<p>Apa selanjutnya ? tentu saja berpedoman pada Web standards dalam setiap membangun website dan mengikuti perkembangan teknologi website.</p>
<h3>Tautan tentang Web Standards</h3>
<ul>
<li> <a href="http://www.webstandards.org">The Web Standards Project</a></li>
<li> <a href="http://www.maxdesign.com.au/presentation/benefits/">The benefits of Web Standards</a></li>
<li> <a href="http://webstandardsgroup.org/standards/">Web Standards Group</a></li>
<li> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Web_standards">Web standards &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yanrf.com/blog/19/perjalanan-menuju-web-standards/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
