Perjalanan Menuju Web Standards
Setiap desainer web tentunya mengalami proses pembelajaran dalam menekuni profesinya. Di awal belajar mebuat web, kebanyakan masih kesulitan menghafal html tag dan sangat tergantung dengan wysiwyg html editor. Sementara tampilan grafisnya, layout disusun dengan table, cenderung menggunakan banyak gambar yang meriah dan menggunakan javascript yang kurang bermanfaat, seperti blinking text, runing text di sana-sini ataupun efek-efek lainnya.
Seiring dengan pengalaman dan referensi yang dimiliki si desainer web, selanjutnya mulai memahami bagaimana membuat web yang baik. Tidak sekedar memiliki tampilan grafis yang bagus, animasi yang menarik maupun dengan aplikasi web yang canggih. Namun harus memperhatikan aspek-aspek accessibility, user friendly, usability, dan berpedoman pada web standards.
Sedikit intermezo di atas membuka tulisan saya kali ini dan hal tersebut di atas juga saya alami sendiri :D . Saya akan membahas sebagian portfolio desain web yang pernah saya kerjakan. Seperti judul tulisan ini, portfolio yang saya tampilkan di sini mewakili proses pemahaman saya tentang desain web dari waktu ke waktu. Selain itu, website tersebut memiliki traffic yang cukup tinggi dan content management serta template saya develop sendiri. Mengenai web standards secara detail, silahkan mengakses www.webstandards.org atau wikipedia.
Bantul.go.id
Website ini saya bangun pada tahun 2004 dan mulai online bulan Oktober 2004. Saya akui agak terlambat mengimplentasikan web standards karena waktu itu saya lebih mendalami pengembangan aplikasi web berbasis PHP dan MySQL. Sehingga kurang memperhatikan konsep struktur halaman html yang baik.
Desain website Pemkab Bantul versi ini sangat jauh dari etika-etika web standards, masih menggunakan table sebagai penyusun layout halaman dan html tag yang masih belum valid ketika dicek di validator.w3c.org. Meski demikian bantul.go.id versi ini pernah meraih 2 penghargaan dalam Innovative Government Award 2005.
Tofi.or.id
Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) pencetak calon pakar fisika dan selalu mengharumkan nama Indonesia di IPO maupun APhO. Pekerjaan ini merupakan redesign tampilan dan content management yang lama, tentu saja saya kerjakan after-hours :D ( thanks to Fauzan for this job ), online pertengahan Maret 2007.
Saya mencoba mengimplentasikan web standards dalam membangun website ini. Menggunakan XHTML, CSS, tableless layout, well structured html, meaningfull div and class, and valid html. Meski terdapat embeded object (flash movie) namun terdeteksi sebagai valid html dengan memakai cara flash satay.
What’s next ?
Apa selanjutnya ? tentu saja berpedoman pada Web standards dalam setiap membangun website dan mengikuti perkembangan teknologi website.

8 Comments, Comment or Ping
Ikut nambah taut kalau boleh…
- http://diveintoaccessibility.org/
May 14th, 2007
Yup, memang sangat dianjurkan sekali, agar kita mengikuti sebuah standart yang ada :-)
btw, untuk web bantul? apakah sudah ada rencana untuk mengikuti standart pasir 2.0?
May 18th, 2007
Wah, wah…. tetap semangat bos!..
May 19th, 2007
Alex : tahun ini memang mau launching desain web baru yg mengarah ke web standards, tapi belum mengarah ke pasir 2.0 .
May 19th, 2007
pengen buat web tp terkendala waktu eeee kang…….
May 28th, 2007
pak…..
kalo web-e paserbumi dibikin kaya slemania gimana, sehingga yang nggak dong pemrogaman pun bisa upload data, soale web-e mati. ora ana sing ngurusi
Jun 15th, 2007
sepertinya kedepan harus ada ujian standar kopetensi buat webdesigner …harus mahir css ;-) sukses slalu
Jul 8th, 2007
wah, saya juga sedang mencoba membuat situs yang sesuai dengan web standar saat ini… masalahnya saat ini, setiap browser memiliki ciri khas sendiri-sendiri dalam mengkompile kode CSS… yang paling mengena adalah saat kita menggunakan fungsi margin dan padding. Perhitungannya berbeda di tiap browser…
referensinya : http://blog.kometdigital.web.id/2005/12/css_box_model_hack.php
Jul 31st, 2007
Reply to “Perjalanan Menuju Web Standards”